Stres Akibat Gaya Hidup Ganggu Kesuburan

Dalam kasus-kasus tertentu, stres dapat mempengaruhi masa subur seorang wanita serta mengurangi jumlah sperma pada pria. Stres bahkan sangat mempengaruhi kemampuan pria berereksi. Bila stres mempengaruhi seorang pria untuk ereksi, tentu saja akan mempengaruhi kehamilan pasangannya.

Kombinasi antara stres dengan zat kimia yang terdapat pada plastik seperti mainan anak-anak hingga kartu kredit, terbukti meningkatkan kemungkinan cacat reproduksi.

Satu fakta baru ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Edinburgh University yang mengatakan stres akibat gaya hidup bisa merusak kesehatan laki-laki, khususnya pada gangguan kesehatan reproduksi.

“Gangguan ini termasuk masalah testikel yang turun ke scrotum. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa memicu infertilitas. Studi ini hanya melihat efek satu faktor tunggal terhadap ketidaknormalan pada laki-laki tetapi melihat kombinasi faktor gaya hidup dan lingkungan. Keduanya menyebabkan dampak yang lebih besar,” kata Mandy Drake, sang peneliti seperti dikutip dari Dailymail.

Sebagian besar studi menunjukkan kalau gangguan reproduksi hanya disebabkan paparan zat kimia kadar tinggi dalam rentang waktu yang tidak normal. Padahal hanya sedikit manusia yang terpapar zat kimia seperti ini. Dalam studi ini terlihat kalau stres yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bisa meningkatkan resiko gangguan reproduksi. “Selain itu, penelitian studi ini menunjukkan kalau zat kimia dalam kadar yang lebih rendah juga bisa menimbulkan efek yang berbahaya,” terang Drake.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal Endocrinology ini, mempelajari bagaimana kondisi rahim mempengaruhi perkembangan tikus jantan. Beberapa tikus hamil diberikan Ftalat (zat kimia pelembut plastik) yang banyak ditemukan pada peralatan rumah tangga termasuk tirai shower, vinil lantai, kemasan plastik, mainan dan kartu kredit. Selain itu beberapa tikus juga diberika suntikan hormon stres. Penelitian menemukan, pemberian hormon stres saja tidak mempengaruhi testikel dan sistem kencing bayi tikus tetapi pemberian ftalat saja bisa memepengaruhi. Sedangkan pemberian keduanya memperparah gangguan. “Stres dan zat kimia di awal kehamilan, menghambat perkembangan organ seks laki-lai serta menggangu kesuburan di kehisupan selanjutnya.” tegas Drake.

Sumber : Bali Post 31 Mei 2010
Bookmark and Share

Artikel Terkait

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco